30 September 2009,
Gempa Pariaman 7,6 SR..
Ga tau kenapa rasanya ada sebagian dari diriku yang ikut hilang saat gempa itu terjadi. Rasanya sunyi, hening dan begitu dingin. Aku seolah lupa cara bicara. Hanya menatap layar televisi di depanku dalam diam. Seorang ibu menggendong anaknya yang masih bayi dengan 2 putri 6-tahunnya menangis di tepi jalan...
January 31, 2011
Personal Writing: Who You Think You Are?
Dia pikir dia siapa?
Membalikkan kepercayaanku pada banyak hal seolah bumi yang kupijak tak lagi sama dan bumi bukan lagi berevolusi terhadap matahari.
Ini hidupku, tapi rasanya ia pemeran utamanya dan aku hanyalah cameo yang lebih sering berada di belakang panggung.
Aku butuh satu kata untuk mendefinisikan semua ini.
Mendefinisikan diriku yang...
January 30, 2011
Personal Writing: The Right Man
Posted on 8:59 PM by Cynthia D with No comments
So, here I am. Sitting in my bed with Viva Forever playing on repeat. Spice Girls. Aku ga begitu mengagumi mereka (I’m not really a fan of 'em). Hanya saja, Viva Forever telah mencuri ¾ bagian dari hatiku (It’s just, Viva Forever has stolen three fourth of my heart).
“Viva forever, I’ll be waiting everlasting like the sun”
In short, it means “I’m...
January 27, 2011
Personal Writing: Ours: Happy Birthday to you, mate :)
Posted on 8:45 PM by Cynthia D with No comments
Tiba-tiba teringat notes ini, yang aku post ke profil facebook sebagai 'kado' untuk sahabat terbaikku Hastiyani Puji Tyastuti, well, we're so far awaayy so this is all that I can give to her :)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(saat mengetik ini di Microsoft Word, aku...
Personal Writing: Romanticize Stupidity
Posted on 8:35 PM by Cynthia D
Bedroom
2011, 9th January; 1:46 pm
Aku teringat beberapa waktu yang lalu, teramat lalu, aku seperti kehilangan logika berpikirku. Aku begitu menginginkannya, cowok ber-sweeter coklat itu. Begitu menginginkannya sampai aku menangis bila hari itu tak berjumpa dengannya. Sampai rasanya air mataku meleleh-leleh tak karuan setiap kali mendapati bangkunya...
Subscribe to:
Posts (Atom)